BANDAR LAMPUNG, MERATA.ID – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan (Himasylva) Universitas Lampung (Unila) melalui kegiatan Sylva for Community (SFC) 2026.
Berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), mahasiswa berhasil mengangkut lebih dari dua ton sampah dari kawasan pesisir Kecamatan Panjang sekaligus menanam 100 bibit pohon multiguna, Minggu (07/06/26).
Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Panjang Selatan dan Kelurahan Karang Maritim tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap persoalan pencemaran lingkungan yang masih mengancam kawasan muara sungai dan pesisir Kota Bandar Lampung.
Mengusung tema pelestarian lingkungan berbasis kolaborasi, program kerja Bidang IV Komunikasi, Informasi, dan Pengabdian Masyarakat Himasylva ini mencakup aksi bersih sungai, pembersihan pesisir, serta penghijauan kawasan pantai.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kemitraan strategis Himasylva Unila dengan BPDLH dalam mendukung Program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan RI, Dinas Lingkungan Hidup, hingga pemerintah kelurahan setempat.
Sejumlah pimpinan dan akademisi Universitas Lampung turut hadir meninjau langsung pelaksanaan kegiatan, di antaranya Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Dr. Agustiansyah, Ketua Jurusan Kehutanan Dr. Bainah Sari Dewi, serta Guru Besar Kehutanan Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto.
Sebanyak 125 peserta yang berasal dari tiga perguruan tinggi dan sepuluh program studi berbeda terlibat dalam aksi tersebut.
Bersama relawan dan masyarakat setempat, mereka menyisir bantaran sungai hingga garis pantai untuk mengumpulkan dan memilah berbagai jenis sampah.
Hasilnya, lebih dari dua ton sampah berhasil diangkat dari kawasan pesisir. Sampah yang terkumpul didominasi limbah plastik, tekstil, organik, kaca, dan logam yang berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu ekosistem perairan.
Seluruh sampah kemudian diserahkan kepada instansi terkait untuk diproses lebih lanjut di tempat pemrosesan akhir.
Tak berhenti pada aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 100 bibit tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang tersebar di sembilan titik strategis di Kecamatan Panjang.
Selain berfungsi sebagai penghijauan dan penahan abrasi, pohon-pohon tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil buah yang dapat dipanen di masa mendatang.
Melalui Sylva for Community 2026, Himasylva Unila menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial.
Diperlukan sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem pesisir agar tetap sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)






