BOGOR, MERATA.ID – Pemerintah Kota Bogor memaknai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak sekadar sebagai pergantian kalender, tetapi sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan membangun semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim yang digelar di Masjid Agung Kota Bogor, Senin. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian pemerintah sekaligus ajakan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa santunan bagi anak yatim merupakan bagian dari upaya menumbuhkan empati sosial sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat keislaman yang inklusif.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus melakukan perubahan positif, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
“Melalui momentum ini, kita berharap dapat mewujudkan Kota Bogor yang religius, maju, dan sejahtera, dengan tetap menjaga persatuan serta semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat,” ujar Dedie.
Ia menegaskan bahwa makna hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga transformasi menuju pribadi yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
“Hijrah mengajarkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih yang memberikan tausiah mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik refleksi untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, peringatan 1 Muharram tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi dorongan nyata untuk memperbaiki diri dan memperkuat kontribusi sosial di lingkungan masing-masing.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pergantian tahun. Yang lebih penting adalah bagaimana kita berhijrah dari yang baik menjadi lebih baik, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujar Kosasih.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini. Semangat hijrah, kata dia, harus menjadi energi kolektif untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan bangsa.
“Momentum Tahun Baru Islam ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. (Red)






