Bandar Lampung, MERATA.ID – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis menuju akreditasi internasional.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Asesmen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) OBE yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Senin (20/04/2026).
Menurut Rektor, asesmen RPS merupakan bagian dari langkah cepat yang diambil kampus, sejalan dengan hasil rumusan rapat kerja pimpinan dalam menyongsong akreditasi internasional.
Ia mengungkapkan bahwa kurikulum berstandar OBE kerap menjadi perhatian dalam kerja sama global, terutama ketika perguruan tinggi luar negeri menjajaki program pertukaran dosen dan mahasiswa.
“Ini sering ditanyakan, bagaimana standar kurikulum kita.Alhamdulillah kita sudah memulai. Tapi untuk memastikan OBE benar-benar membumi di UIN Raden Intan Lampung, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,” ujarnya.
Rektor juga menyinggung adanya minat dari mahasiswa luar negeri, termasuk dari Samarkand Bukhori Uzbekistan, yang menanyakan peluang kelas internasional di UIN RIL. Namun, kesiapan tersebut masih perlu diperkuat, khususnya dari sisi kurikulum.
Ia menegaskan bahwa penguatan OBE menjadi bagian penting dalam menjawab tuntutan global, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam dan Diktis Kemenag yang mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk go internasional.
Rektor menyebut program studi sebagai garda terdepan layanan pendidikan. Karena itu, kaprodi dan sekprodi dituntut memiliki pemahaman yang kuat tentang OBE.
Ia juga meminta LPM bersama Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF) bekerja secara serius dan terukur dalam menyiapkan setiap tahapan menuju akreditasi internasional.
Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya keselarasan dalam implementasi OBE, mulai dari penurunan CPL ke CPMK dan sub-CPMK secara tepat, penyusunan indikator yang terukur, hingga metode pembelajaran yang mendukung capaian kompetensi.
Ia menegaskan bahwa sistem penilaian harus mampu mengukur hasil belajar secara autentik, serta seluruh proses pembelajaran harus selaras dengan prinsip student-centered learning, kebijakan Merdeka Belajar, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
Rektor juga menyinggung pentingnya penguatan tata kelola akademik, termasuk peran PTPID, Akademik serta kaprodi, sekprodi, dan GPMF agar saling bersinergi.
Ia juga menyoroti mono loyalitas dan soliditas tim kerja serta ia menegaskan orientasi penuh pada pengabdian kepada institusi. “Kalau sebelumnya bertumbuh mendunia, sekarang ber-ISI (Intellectuality, Spirituality, dan Integrity) mendunia,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap masukan, serta aktif berdiskusi dan berbagi praktik baik antarprogram studi. Menurutnya, kualitas asesmen dan penyempurnaan RPS akan berdampak langsung pada kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Rektor juga meminta laporan capaian kinerja secara berkala. “Saya titipkan masa depan UIN RIL kepada Bapak Ibu sekalian. Mari bersama kita tingkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Indrawati, S.S., M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Raden Fatah Palembang, dengan moderator Dr. Listiyani Siti Romlah, M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran LPM UIN RIL. (*)






