Bandarlampung, MERATA.ID – Kegiatan pembagian THR kepada tim sukses Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pada Minggu (15/03/2026) di kediaman Herman HN di Villa Batu Putu menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu, sekitar kurang lebih 700 orang yang terdiri dari koordinator kecamatan (Korcam) dan koordinator kelurahan (Korkel) disebut menerima THR berupa dua karung beras 5 kg, uang Rp300.000, serta satu kotak kue bertuliskan ucapan selamat Hari Raya.
Namun yang menjadi sorotan bukan hanya soal pembagian THR, melainkan isi sambutan yang disampaikan Eva Dwiana sebelum pembagian berlangsung. Dalam arahannya, ia meminta seluruh tim untuk menjaga kekompakan dan mendukung Rahmawati Herdian, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem.
Seorang sumber yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut dukungan itu disampaikan secara terbuka di hadapan seluruh tim.
“Kita jaga kekompakan, kita dukung Kakak Rama, dia sudah banyak memberikan Program Indonesia Pintar (PIP), jadi jangan lupa kita dukung untuk periode selanjutnya,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan serius. Dukungan untuk periode selanjutnya yang dimaksud mengarah ke mana? Pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah masih cukup lama, bahkan Pilkada berikutnya diperkirakan baru berlangsung pada 2029.
Jika benar ada arahan dukungan politik dalam agenda pembagian THR, maka publik patut mempertanyakan apakah kegiatan tersebut murni silaturahmi atau justru bagian dari konsolidasi politik dini.
Apalagi setelah sambutan tersebut, Rahmawati Herdian disebut diminta maju untuk menyapa para tim sukses, yang oleh sebagian peserta dinilai menyerupai kegiatan kampanye terselubung. Padahal secara tugas di DPR RI, Rahmawati berada di Komisi IX yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan jaminan sosial,
sementara Program Indonesia Pintar (PIP) secara nasional berada di bawah Komisi X yang membidangi pendidikan. Hal ini semakin menimbulkan pertanyaan mengenai klaim keberhasilan program yang dijadikan alasan untuk meminta dukungan.
Isu lain yang beredar di internal tim menyebut adanya skenario pertukaran posisi pada Pemilu 2029. Eva Dwiana disebut-sebut akan maju sebagai calon DPR RI, sementara Rahmawati Herdian dipersiapkan untuk maju pada Pilkada Kota Bandar Lampung periode 2029–2034. Kabar ini diperkuat dengan spekulasi bahwa Eva Dwiana tidak terlalu percaya diri maju dalam Pemilihan Gubernur Lampung, berkaca dari kegagalan Herman HN dalam Pilgub 2014 dan 2018.
Di tengah kegiatan pembagian THR kepada tim sukses, muncul pula keluhan dari kalangan aparatur dan tenaga pelayanan publik di Kota Bandar Lampung. Hingga pertengahan Maret, THR untuk guru PPPK penuh waktu dan paruh waktu, RT, serta LINMAS disebut belum diterima.
Salah seorang guru PPPK mengaku belum mendapat kepastian.
“Belum ada info untuk PPPK penuh waktu dan paruh waktu, tapi untuk PNS kabarnya sudah,” ujarnya.
Situasi ini menimbulkan kontras yang mencolok. Di satu sisi, ratusan tim sukses menerima THR lengkap dengan beras dan uang tunai, sementara di sisi lain tenaga pendidik dan unsur masyarakat yang bertugas langsung di lapangan justru belum mendapatkan hak yang dinanti menjelang Hari Raya.
Kegiatan tersebut juga diketahui dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk kepala dinas, camat, dan lurah, yang semakin memperkuat pertanyaan publik: apakah pembagian THR ini murni kegiatan pribadi, kegiatan politik, atau justru melibatkan unsur pemerintahan?
Jika benar ada muatan konsolidasi politik dalam agenda tersebut, maka wajar bila masyarakat mulai mempertanyakan batas antara kepentingan pribadi, kepentingan politik, dan kepentingan publik di Kota Bandar Lampung. (MRA)












