Bandar Lampung, MERATA.ID — Persoalan stunting ternyata tidak sesederhana kekurangan makanan bergizi. Dalam Sosialisasi Pencegahan dan Pemulihan Stunting yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama DPR RI di Ballroom Hotel Horison, Minggu (19/04/2026), terungkap bahwa akar masalah stunting justru banyak berawal dari dinamika rumah tangga.
Anggota DPR RI, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menegaskan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan riset dan inovasi untuk menekan angka stunting. Menurutnya, pendekatan ilmiah harus diiringi pemahaman sosial di tingkat keluarga.
Hal senada disampaikan narasumber dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Dr. Sudikno, SKM, MKM.
Ia menyoroti bahwa faktor ekonomi memang berpengaruh, namun persoalan rumah tangga seperti konflik keluarga, perselingkuhan, hingga relasi tidak harmonis antara anggota keluarga turut menjadi pemicu tersembunyi.
“Stres pada ibu akibat masalah rumah tangga sangat berpengaruh pada pola asuh anak. Ini yang sering tidak disadari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketidaksiapan pasangan dalam membangun rumah tangga juga menjadi faktor penting. Setelah menikah, tekanan kebutuhan hidup yang meningkat kerap memicu masalah baru yang berdampak pada kesehatan anak.
Dalam konteks pencegahan, pola asuh menjadi kunci utama. Asupan makanan bergizi seimbang dan bervariasi dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar makanan mahal atau dianggap enak. “Gizi bukan soal harga, tapi soal pengetahuan,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kasus stunting yang sudah terjadi, Sudikno menekankan pentingnya deteksi berdasarkan standar WHO melalui grafik pertumbuhan berat dan tinggi badan. Ia juga memberikan harapan bahwa pemulihan masih memungkinkan.
“Stunting masih bisa dikejar hingga usia 20 tahun dengan latihan fisik yang tepat dan dukungan penuh dari keluarga,” jelasnya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan menyeluruh tidak hanya berbasis kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ketahanan keluarga. (MRA)


