BANDARLAMPUNG, MERATA.ID – Pola pengadaan proyek di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Bandarlampung kembali menjadi sorotan.
Pasalnya, pada tahun anggaran 2025, sebanyak 14 paket pekerjaan dengan total nilai mencapai Rp3.128.371.250 tercatat dikerjakan oleh satu perusahaan, yakni CV Mitratama Teknik Abadi.
Sorotan tidak hanya menyangkut konsentrasi pekerjaan kepada satu penyedia, tetapi juga kesesuaian bidang usaha dan kompetensi perusahaan dengan jenis pekerjaan yang dikerjakan.
Hal ini menjadi penting untuk ditelusuri guna memastikan setiap paket diberikan kepada penyedia yang memenuhi persyaratan kualifikasi sesuai ketentuan pengadaan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pola pemilihan penyedia, tingkat persaingan, hingga dasar penilaian kualifikasi dalam proses pengadaan.
Bukan semata soal siapa yang memenangkan pekerjaan, tetapi bagaimana satu perusahaan dapat memperoleh belasan paket dengan nilai miliaran rupiah dan apakah seluruh paket tersebut sesuai dengan bidang keahlian serta kualifikasi yang dimiliki perusahaan.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kebijakan (Pekan), Apriansah, mempertanyakan kondisi tersebut.
Menurutnya, dominasi satu perusahaan dalam sejumlah paket perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan khusus.
“14 paket itu nilainya mencapai Rp3 miliar lebih pada 2025, sedangkan pagu total anggaran satu tahun hanya Rp4,9 miliar. Kenapa bisa hanya satu CV yang dapat? Apakah memang perusahaan lain tidak mampu atau tidak diberikan ruang yang sama dengan CV Mitratama itu?” ujar Apriansah.
Ia juga mempertanyakan apakah seluruh paket yang dikerjakan CV Mitratama Teknik Abadi benar-benar sesuai dengan bidang usaha, pengalaman, kemampuan teknis, dan kualifikasi yang dipersyaratkan dalam masing-masing paket.
“Yang juga harus dijelaskan adalah apakah bidang usaha dan keahlian perusahaan memang sesuai dengan seluruh paket yang dikerjakan. Kalau paketnya berbeda-beda, tentu kualifikasi dan kompetensinya juga harus jelas. Publik berhak mengetahui dasar penilaiannya,” katanya.
Menurutnya, jika dalam satu tahun belasan paket dengan nilai miliaran rupiah terkonsentrasi kepada satu penyedia, publik berhak mengetahui dasar dan mekanisme yang digunakan dalam proses pengadaannya.
“Perusahaan lokal di Lampung banyak. Kalau sampai 14 paket hanya satu perusahaan yang menang, wajar kalau publik bertanya. Jangan sampai muncul kesan proyek sudah mengarah ke perusahaan tertentu. Kalau memang prosesnya sudah sesuai aturan dan kompetitif, buka saja datanya, biar publik bisa menilai,” tegasnya.
Apriansah juga meminta Dinas KUKM maupun pihak terkait tidak sekadar menjawab bahwa proses pengadaan telah melalui sistem.
Menurutnya, yang perlu dijelaskan adalah bagaimana proses pemilihan penyedia berlangsung, berapa peserta yang mengikuti setiap paket, siapa saja pesaingnya, apa persyaratan kualifikasinya, serta apa dasar evaluasi hingga CV Mitratama Teknik Abadi ditetapkan sebagai penyedia.
“Jangan hanya bilang sudah melalui proses pengadaan. Publik ingin tahu prosesnya seperti apa. Kalau memang tidak ada pengaturan, kedekatan, atau perlakuan khusus, tunjukkan datanya. Termasuk soal kesesuaian bidang usaha dan kemampuan perusahaan dengan paket yang dikerjakan. Jangan sampai pertanyaan masyarakat justru dianggap sebagai tuduhan,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, CV Mitratama Teknik Abadi tercatat memperoleh 14 paket pada tahun 2025 dengan total nilai Rp3.128.371.250.
Dengan nilai tersebut, setidaknya terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan kepada publik, mulai dari jumlah peserta pada masing-masing paket, metode pemilihan penyedia, persyaratan kualifikasi, kesesuaian bidang usaha, pengalaman dan kemampuan teknis penyedia, hingga dasar evaluasi yang menyebabkan perusahaan tersebut ditetapkan sebagai penyedia pada 14 paket.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas KUKM Kota Bandarlampung dan CV Mitratama Teknik Abadi masih perlu memberikan penjelasan mengenai dasar pemilihan penyedia, jumlah peserta pada masing-masing paket, kesesuaian kualifikasi perusahaan dengan pekerjaan yang diperoleh, serta alasan perusahaan tersebut dapat memenangkan 14 paket pekerjaan pada tahun 2025. (Nca)








