Lampung Selatan, MERATA.ID – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang penumpang KMP Batumandi yang diduga terjatuh ke laut di sekitar Perairan Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/7).
Korban diketahui bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), perempuan asal Perum Mutiara Citra Asri Blok D24 RT 001/RW 014, Kecamatan Indihiang, Jawa Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, yang diwakili oleh Komandan Pos SAR Bakauheni, mengatakan informasi kejadian diterima Basarnas Lampung dari Supervisor Lapangan ASDP Bakauheni, Susyanto, pada pukul 06.15 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Bakauheni langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 01.42 WIB saat KMP Batumandi akan bersandar di Pelabuhan Bakauheni. Awak kapal mengimbau seluruh penumpang untuk kembali ke kendaraan masing-masing. Namun, seorang ibu melaporkan bahwa anaknya belum kembali ke kendaraan.
Petugas kapal kemudian melakukan pemanggilan melalui pengeras suara sebanyak lima kali, namun tidak mendapat respons. Pencarian di seluruh area kapal kemudian dilakukan hingga ditemukan sepasang sepatu dan jaket di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu.
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh ke laut, sehingga pihak kapal segera berkoordinasi dengan Basarnas Lampung untuk meminta bantuan pencarian.
“Kami menerima informasi pada pagi hari dan langsung mengerahkan personel Pos SAR Bakauheni beserta alut yang tersedia menuju lokasi kejadian. Bersama unsur SAR gabungan, kami melakukan penyisiran di sekitar lokasi dugaan korban jatuh serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengoptimalkan upaya pencarian.,” ujar Rezie.
Pada hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan koordinasi sebelum bergerak menuju lokasi pencarian. Penyisiran dilakukan menggunakan RIB 02 di sekitar titik dugaan korban terjatuh.
Sekitar pukul 14.50 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengenai adanya indikasi kemunculan tanda-tanda korban di koordinat 05°54.507′ LS – 105°47.185′ BT. Tim segera melakukan pencarian di sekitar koordinat tersebut, namun hingga operasi hari pertama berakhir korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.20 WIB karena kondisi operasi dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya sesuai Rencana Operasi Hari Kedua (H.2) dengan mengacu pada prediksi pergerakan korban (SAR Map Prediction).
Operasi SAR melibatkan personel Pos SAR Bakauheni, unsur TNI/Polri, ASDP Bakauheni, serta keluarga korban. Sementara sarana yang digunakan meliputi satu unit RIB 02, kendaraan Rescue D-Max, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, alat pelindung diri, dan peralatan pendukung lainnya.
Danpos SAR Bakauheni juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jasa penyeberangan, untuk selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di atas kapal serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya kondisi yang membahayakan. (*)











