BANDARLAMPUNG, MERATA.ID – Perumda Air Minum Way Rilau mencatat penambahan 3.985 pelanggan baru selama Januari hingga Oktober 2026. Namun, di tengah perluasan jaringan pelayanan tersebut, perusahaan milik Pemerintah Kota Bandar Lampung ini masih menghadapi tantangan berupa penurunan debit air baku dan tingginya laporan kebocoran pipa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Teknik Perumda Way Rilau, Gunawan, menjelaskan penambahan pelanggan tersebut berasal dari tiga skema, yakni 321 pelanggan reguler, 2.393 pelanggan melalui program Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta 1.267 pelanggan melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK).
Menurut Gunawan, data tersebut merupakan capaian sementara hingga Oktober 2026. Jumlah pelanggan baru masih berpotensi bertambah karena sejumlah pekerjaan belum selesai.
Penambahan sambungan rumah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses air bersih perpipaan bagi masyarakat Kota Bandar Lampung.
Meski demikian, bertambahnya jumlah pelanggan juga menuntut kesiapan kapasitas produksi, kondisi jaringan perpipaan, serta kemampuan distribusi agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Debit Air Baku Turun 20–25 Persen
Tantangan pelayanan juga terlihat dari kondisi sumber air baku. Pada Oktober 2026, debit air baku Perumda Way Rilau dilaporkan mengalami penurunan sekitar 20–25 persen akibat musim kemarau.
Gunawan menyatakan penurunan tersebut masih dapat diatasi dan belum mengganggu distribusi air kepada pelanggan.
Kondisi tersebut menuntut perusahaan mengoptimalkan pengelolaan sumber air, instalasi pengolahan, serta jaringan distribusi untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Sejumlah langkah antisipasi yang menjadi perhatian perusahaan meliputi pemeliharaan instalasi, penanganan sedimentasi pada aliran menuju intake, hingga pengaturan distribusi ketika debit sumber air mengalami penurunan.
Selain itu, perusahaan menyiapkan bantuan mobil tangki air bersih bagi pelanggan yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan.
Namun, bantuan tersebut bersifat sementara. Perbaikan jaringan dan penguatan sistem distribusi tetap menjadi kebutuhan untuk mengatasi gangguan pasokan secara berkelanjutan.
Laporan Kebocoran Pipa Meningkat
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kebocoran jaringan perpipaan. Berdasarkan data yang disampaikan Gunawan, jumlah laporan kebocoran tercatat meningkat selama tiga bulan berturut-turut.
Pada Juli 2026 terdapat 433 laporan kebocoran, kemudian meningkat menjadi 522 laporan pada Agustus, dan mencapai 762 laporan pada September.
Dengan demikian, total laporan kebocoran selama periode Juli hingga September 2026 mencapai 1.717 laporan.
Gunawan menjelaskan, sebagian kebocoran berkaitan dengan pekerjaan pembangunan drainase dan trotoar yang berisiko mengenai jaringan pipa milik perusahaan.
Untuk meminimalkan kerusakan, Perumda Way Rilau telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur yang berpotensi berdampak pada jaringan perpipaan.
Selain faktor pekerjaan konstruksi, kebutuhan peremajaan jaringan juga menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan anggaran membuat pembaruan pipa belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu bersamaan.
Karena itu, penanganan jaringan perlu diprioritaskan berdasarkan tingkat kerawanan kebocoran, dampak gangguan, serta jumlah pelanggan yang terdampak.
Percepatan perbaikan, pemetaan jaringan rawan bocor, dan koordinasi sebelum pekerjaan penggalian jalan maupun pembangunan drainase menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi kerusakan jaringan.
Di sisi lain, kecepatan penyampaian informasi kepada pelanggan juga menjadi bagian penting dalam pelayanan, terutama ketika terjadi kebocoran atau pekerjaan perbaikan yang berdampak pada distribusi air.
Momentum Sumpah Pemuda untuk Peningkatan Pelayanan
Momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober 2026 menjadi pengingat pentingnya semangat persatuan dan pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tema Hari Sumpah Pemuda 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, dinilai relevan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih.
Sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Bandar Lampung, Perumda Way Rilau memiliki tanggung jawab memperluas jangkauan pelayanan sekaligus menjaga keberlangsungan perusahaan.
Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari penambahan jumlah pelanggan, tetapi juga dari kontinuitas aliran air, kualitas air yang didistribusikan, kecepatan penanganan kebocoran, penyelesaian pengaduan, serta pemerataan pelayanan.
Dengan bertambahnya 3.985 pelanggan baru, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh sambungan tersebut dapat memperoleh layanan air bersih secara optimal.
Upaya menjaga sumber air, memperbaiki jaringan perpipaan, dan meningkatkan keandalan distribusi menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat Kota Bandar Lampung dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (Nca)






