Prodi Kimia UIN RIL Jalani Asesmen Perdana, Uji Kelayakan Menuju Standar Nasional

Bandar Lampung, MERATA.ID — Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menjalani asesmen lapangan akreditasi perdana oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), pada 13–14 April 2026.

Asesmen ini menjadi momentum penting bagi Prodi Kimia yang masih tergolong baru, sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan akademik, tata kelola, serta kualitas sarana pendukung dalam memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UIN RIL, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, yang menegaskan bahwa asesmen tidak semata proses penilaian administratif, tetapi juga ruang evaluasi menyeluruh bagi pengembangan program studi ke depan.

Ia berharap tim asesor dapat memberikan masukan konstruktif, termasuk kritik yang membangun, guna memperkuat kualitas Prodi Kimia secara berkelanjutan.

Dalam paparannya, Rektor juga menyoroti kesiapan fasilitas laboratorium di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi. Ia menyebut, berdasarkan berbagai kunjungan pihak eksternal, fasilitas laboratorium Kimia, Fisika, dan Biologi dinilai memiliki kualitas yang kompetitif.

Menurutnya, ketersediaan sarana tersebut harus berbanding lurus dengan kualitas lulusan yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain.

Selain itu, ia menekankan bahwa Prodi Kimia memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan institusi, termasuk sebagai salah satu fondasi menuju pendirian Fakultas Kedokteran di UIN RIL.

Sementara itu, Dekan FST UIN RIL, Dr. Sovia, menjelaskan bahwa Prodi Kimia baru berusia sekitar satu tahun enam bulan. Program studi ini sebelumnya berada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebelum bergabung ke FST yang resmi berdiri pada Juli 2025.

Ia menyebut, pengembangan FST merupakan bagian dari tahap lanjutan transformasi UIN RIL menuju internasionalisasi, yang mendorong percepatan penguatan kelembagaan.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penyusunan rencana strategis fakultas, perumusan visi dan misi, hingga penguatan sistem layanan laboratorium melalui standar operasional prosedur (SOP).

Di bidang akademik, FST juga telah mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan.

Selain itu, kerja sama internasional dengan Tomsk State University, Rusia, terus ditindaklanjuti melalui riset kolaboratif, termasuk uji coba biocide yang saat ini masih dalam tahap observasi di berbagai media.

Dari sisi eksternal, tim asesor LAMSAMA yang terdiri dari Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Prof. Dr. Jarnuzi Gunlazuardi (Universitas Indonesia) menilai Prodi Kimia UIN RIL menunjukkan perkembangan yang positif meski masih dalam tahap awal.

Ratnaningsih mengibaratkan Prodi Kimia sebagai “entitas yang masih tumbuh”, namun telah menunjukkan arah pengembangan yang jelas berkat dukungan institusi yang kuat.

Ia juga mengapresiasi kelengkapan fasilitas laboratorium yang dinilai modern serta mendukung proses pembelajaran dan penelitian.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan program studi membutuhkan sinergi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan agar mampu mencapai standar yang ditetapkan.

Asesmen lapangan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Prodi Kimia UIN RIL untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas, sekaligus memperkuat posisinya dalam pengembangan sains dan teknologi di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *