Bandar Lampung, MERATA.ID – Sebanyak 20 mahasiswa resmi menyandang status finalis dalam Pemilihan Duta Kampus UIN Raden Intan Lampung 2026. Penetapan itu ditandai melalui prosesi penyematan slempang secara simbolis dalam Sashing Ceremony yang digelar di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic & Research Center, Kamis (16/04/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian seleksi awal sekaligus awal perjalanan para finalis menuju tahap berikutnya.
Ketua Tim Humas dan Kerja Sama, Novrizal Fahmi, menyampaikan, jumlah pendaftar tahun ini mencapai lebih dari 150 orang. Dari jumlah tersebut, dilakukan seleksi administrasi hingga tersaring 100 peserta.
“Selanjutnya peserta mengikuti tes tertulis dan wawancara yang melibatkan para psikolog yang juga merupakan dosen dari Fakultas Psikologi Islam,” ujarnya.
Seleksi kemudian berlanjut ke tahap Motion Challenge yang diikuti 50 peserta, dengan penilaian mencakup aspek pengetahuan, argumentasi, dan kemampuan berpikir kritis.
Dari seluruh tahapan tersebut, berdasarkan akumulasi penilaian, terpilih 20 finalis yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri, mewakili delapan fakultas di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.
Usai prosesi penyematan slempang, para finalis dijadwalkan mengikuti tahapan karantina di Lamban Raden Intan. Dalam karantina, peserta akan mendapatkan pembekalan terkait pengenalan UIN, kemampuan bahasa, manner, peran duta, membuat konten, public speaking, hingga motivasi sebagai bekal menjalankan tugas.
Fahmi menjelaskan, pembekalan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas finalis sebagai representasi kampus yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai UIN Raden Intan Lampung ke khalayak yang lebih luas.
Puncak kegiatan akan digelar pada malam Grand Final yang direncanakan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro AAKK UIN RIL, Dr. H. Abdul Rahman, M.Pd., menyampaikan selamat kepada para finalis yang telah mewakili delapan fakultas.
“Selamat dan sukses kepada para mahasiswa. Tugas sebagai duta itu besar dan tidak ringan, ini adalah bagian dari kompetensi yang kalian miliki,” katanya.
la menegaskan, peran duta kampus tidak lepas dari upaya bersama dalam mengembangkan potensi mahasiswa serta memperkuat posisi UIN Raden Intan Lampung sebagai perguruan tinggi yang terus bertumbuh mendunia.
“Kami berharap potensi yang ada di UIN ini terus dikembangkan. Ini bagian dari langkah kita ke depan dalam membawa visi dan misi UIN RIL,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas pengembangan softskill dengan kewajiban akademik. Ia berharap ajang ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak mahasiswa berprestasi sesuai minat dan bakat.
“Tantangan ke depan cukup besar, terutama dalam mendukung kegiatan humas dan kerja sama. Kedisiplinan dan semangat kuliah harus tetap dijaga, jangan sampai terkendala perkuliahan,” pesannya.
Selain itu, para finalis didorong membangun komunitas antar angkatan sebagai wadah koordinasi dan berbagi pengalaman.
“Kami berharap setiap angkatan dapat membentuk dan menjaga komunitas, sehingga bisa saling berkoordinasi, sharing ilmu, informasi, dan berkolaborasi kapanpun,” tambahnya.
Menutup sambutan dan pengarahan, Abdul Rahman mengajak seluruh finalis memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Gunakan waktu sebaiknya, dan terus belajar. Karena rugi kalau tidak bisa berkembang sebagai mahasiswa. Selamat berproses, selamat berkompetisi,” tandasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Duta Raden Intan 2024 dan Tim Humas UIN RIL.
Adapun Finalis Calon Duta Kampus UIN RIL 2026 Yaitu:
1. Kelvin Fiqih Maulana – Hukum Tata Negara
2. Sazkia Silviana – Hukum Tata Negara
3. Ritocy Da’i Nasyuha – Hukum Ekonomi Syariah
4. Uswatun Hasanah – Pendidikan Islam Anak Usia Dini
5. M. Alam Faruq – Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
6. Zahraa Margharetta – Komunikasi dan Penyiaran Islam
7. Iqbal Hanif Febriansyah – Manajemen Pendidikan Islam
8. Amanda Fitri Yani – Psikologi Islam
9. Danial Hanif – Pendidikan Agama Islam
10. Linda Nuriya Kurniawan – Ekonomi Syariah
11. M. Jeffri Alpian – Sistem Informasi
12. Aisyah Nurzakkiya – Komunikasi dan Penyiaran Islam
13. M. Iqbal Nitiaga – Pemikiran Politik islam
14. Zahratul Ilma – Pendidikan Agama Islam
15. Bilal Hasta Zaiha – Psikologi Islam
16. Rinda Aulia – Komunikasi dan Penyiaran Islam
17. Riski Dames Swara – Pendidikan Fisika
18. Challiesta Bunga Armeysha – Komunikasi dan Penyiaran Islam
19. Muhammad Alfath Nurfaiz – Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam
20. Aysha Prinita Sari – Manajemen Bisnis Syari’ah






